GESER UNTUK MEMASUKI

INTERNATIONAL ARCHITECTURE · DESIGN STUDIO

Korosi dan Pelapukan

Volume 10 · Material dan Detail · 2 menit membaca.

GS / 2026ARCHITECTURE BEYOND TOMORROW

Tulisan Korosi dan Pelapukan merupakan bagian dari Pustaka Graha Svarga—ruang pengetahuan yang mempertemukan arsitektur, manusia, teknologi, konstruksi, dan kemungkinan kehidupan masa depan.

Pengantar

Material bangunan terus berhadapan dengan air, udara, kelembapan, sinar matahari, perubahan suhu, zat kimia, dan organisme. Seiring waktu, interaksi tersebut dapat mengubah sifat maupun penampilan material.

Dua bentuk perubahan yang penting dipahami adalah korosi dan pelapukan.

Apa Itu Korosi?

Korosi adalah proses kerusakan material, terutama logam, akibat reaksi dengan lingkungan di sekitarnya.

Pada baja, salah satu bentuk yang paling dikenal adalah karat. Kehadiran air dan oksigen memungkinkan proses korosi berlangsung, sementara lingkungan tertentu seperti udara dengan kandungan garam atau bahan kimia dapat mempercepatnya.

Korosi bukan hanya persoalan penampilan. Jika terus berkembang, material dapat kehilangan ketebalan dan kemampuan kerjanya.

Korosi pada Bangunan

Logam dapat ditemukan pada struktur, railing, rangka, atap, fasad, baut, sambungan, pipa, dan berbagai komponen lainnya.

Perlindungan dapat dilakukan melalui pemilihan material yang sesuai, galvanisasi, coating, pengecatan, serta detail konstruksi yang mencegah air tertahan pada permukaan.

Pada beton bertulang, masuknya air dan zat tertentu hingga mencapai baja tulangan juga dapat memicu korosi. Produk korosi dapat mengembang dan menyebabkan beton di sekitarnya retak atau terkelupas.

Apa Itu Pelapukan?

Pelapukan memiliki pengertian lebih luas. Batu, beton, kayu, cat, sealant, dan material lainnya dapat mengalami perubahan akibat paparan lingkungan dalam jangka panjang.

Gejalanya dapat berupa perubahan warna, permukaan yang terkikis, retak, rapuh, mengelupas, pertumbuhan organisme, atau berkurangnya kemampuan material menjalankan fungsinya.

Penyebabnya berbeda pada setiap material sehingga penanganannya juga tidak dapat disamaratakan.

Air Sering Menjadi Faktor Penting

Banyak proses kerusakan material berkaitan dengan keberadaan air dan kelembapan.

Karena itu, detail sederhana seperti overhang, flashing, kemiringan, drainase, ventilasi, dan sambungan yang tepat dapat memberikan pengaruh besar terhadap umur material.

Prinsipnya bukan membuat material tidak pernah terkena lingkungan, tetapi menghindari kondisi yang membuat air dan kelembapan terus terperangkap.

Merancang untuk Menua

Tidak semua perubahan material berarti kegagalan. Beberapa material dapat membentuk patina atau perubahan permukaan yang masih dapat diterima bahkan menjadi bagian dari karakter arsitektur.

Perancang perlu membedakan antara penuaan alami dan kerusakan yang mengurangi fungsi atau keselamatan material.

Material yang tahan lama bukan material yang tidak pernah berubah, tetapi material yang dipilih, dipasang, dilindungi, dan dirawat dengan memahami bagaimana ia akan menghadapi lingkungan sepanjang hidupnya.

Pemahaman tersebut membawa kita pada persoalan berikutnya: bagaimana memilih material berdasarkan umur pakai dan kebutuhan perawatannya.

JEJAK PEMIKIRAN GRAHA SVARGA

Pengetahuan tidak dikumpulkan untuk berhenti sebagai teori. Ia digunakan untuk mempertajam cara membaca kehidupan, menjaga ketepatan keputusan, dan membawa kemungkinan menuju arsitektur yang dapat diwujudkan.

PENULIS

Setio Utomo

Founder dan Principal Designer Graha Svarga. Menarik kemungkinan menuju kenyataan melalui desain, BIM, visualisasi arsitektur, dan pengalaman pembangunan.

Mengenal pemikirannya →
Arsitektur masa depan Graha Svarga sebagai penutup artikel Korosi dan Pelapukan
GRAHA SVARGA · ARCHITECTURE BEYOND TOMORROWPengetahuan mengubah cara kita melihat. Graha Svarga membawanya kembali menuju ruang yang dapat dihuni.
WAKonsultasi