Tulisan Diagram sebagai Alat Berpikir merupakan bagian dari Pustaka Graha Svarga—ruang pengetahuan yang mempertemukan arsitektur, manusia, teknologi, konstruksi, dan kemungkinan kehidupan masa depan.
Pengantar
Dalam proses desain arsitektur, ada saat ketika informasi sudah terlalu banyak untuk disimpan hanya di dalam kepala.
Ada pengguna.
Ada aktivitas.
Ada puluhan ruang.
Ada hubungan kedekatan.
Ada wilayah publik dan privat.
Ada jalur penghuni, tamu, barang, dan servis.
Ada matahari, angin, pemandangan, kebisingan, struktur, serta berbagai kondisi tapak.
Jika semua persoalan tersebut langsung diterjemahkan menjadi denah, pikiran mudah terjebak pada satu bentuk terlalu cepat.
Karena itu arsitek membutuhkan sesuatu yang lebih sederhana daripada gambar bangunan:
diagram.
Diagram bukan gambar arsitektur yang belum selesai.
Diagram adalah alat untuk membantu kita berpikir sebelum keputusan menjadi terlalu rumit.
Diagram Bukan Denah
Denah mencoba menunjukkan ruang dengan posisi, bentuk, ukuran, dinding, pintu, dan hubungan yang semakin nyata.
Diagram tidak harus melakukan semua itu.
Sebuah ruang dapat digambarkan hanya sebagai lingkaran.
Arah matahari dapat berupa panah.
Hubungan dua aktivitas dapat ditunjukkan dengan garis.
Zona privat dapat ditunjukkan sebagai satu bidang sederhana.
Tidak perlu pintu.
Tidak perlu ketebalan dinding.
Tidak perlu furnitur lengkap.
Karena tujuan diagram bukan menjelaskan seperti apa bangunan akhirnya.
Tujuannya adalah mengisolasi sebuah persoalan agar dapat dipahami dengan lebih jelas.
Mengurangi Kerumitan
Bayangkan sebuah rumah memiliki lima belas ruang.
Jika semuanya langsung digambar sebagai denah, kita harus memikirkan banyak hal sekaligus:
ukuran ruang, posisi pintu, ketebalan dinding, koridor, struktur, jendela, furnitur, bentuk bangunan, dan sebagainya.
Padahal mungkin pertanyaan yang sedang ingin dijawab hanya:
Di mana sebaiknya wilayah privat berada?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, seluruh detail tadi belum diperlukan.
Kita dapat membuat diagram sederhana:
jalan di depan,
zona publik dekat entrance,
zona keluarga di tengah,
zona privat lebih terlindungi,
zona servis memiliki akses tersendiri.
Beberapa garis sudah cukup untuk menguji gagasan dasar.
Diagram bekerja dengan cara menghilangkan informasi yang belum diperlukan.
Satu Diagram, Satu Pertanyaan
Diagram menjadi sangat berguna ketika setiap diagram memiliki tujuan yang jelas.
Misalnya:
diagram hubungan ruang menjawab ruang mana yang harus dekat?
Diagram zoning menjawab aktivitas mana yang sebaiknya dikelompokkan?
Diagram sirkulasi menjawab bagaimana manusia bergerak?
Diagram matahari menjawab dari mana panas dan cahaya datang?
Diagram view menjawab ke mana bangunan sebaiknya membuka pandangan?
Diagram privasi menjawab bagaimana perubahan dari publik menuju privat terjadi?
Jika semua informasi dimasukkan ke satu gambar, diagram dapat menjadi sama rumitnya dengan denah.
Kesederhanaan adalah kekuatannya.
Bubble Diagram
Salah satu bentuk diagram yang paling umum dalam tahap awal desain adalah bubble diagram.
Ruang atau kelompok ruang digambarkan sebagai gelembung.
Besar kecilnya dapat menunjukkan perkiraan luas.
Posisinya menunjukkan kemungkinan hubungan.
Ruang yang harus berdekatan ditempatkan dekat.
Ruang yang membutuhkan pemisahan dijauhkan.
Misalnya:
ruang keluarga berada dekat ruang makan.
Ruang makan dekat dapur.
Dapur dekat area servis.
Kamar tidur dikelompokkan pada wilayah yang lebih privat.
Entrance berhubungan dengan ruang penerima.
Belum ada dinding.
Tetapi organisasi bangunan sudah mulai terlihat.
Diagram Hubungan
Program ruang dapat menghasilkan banyak hubungan.
Jika hanya ditulis dalam tabel, hubungan tersebut kadang sulit dibaca secara keseluruhan.
Diagram dapat memperlihatkannya sebagai jaringan.
Bayangkan ruang keluarga memiliki hubungan dengan:
ruang makan, taman, entrance, kamar anak, dan tangga.
Dapur berhubungan dengan:
ruang makan, pantry, servis, dan akses barang.
Dari gambar tersebut kita dapat segera melihat bahwa beberapa ruang memiliki peran sebagai simpul utama.
Informasi seperti ini dapat memengaruhi organisasi denah.
Ruang dengan banyak hubungan mungkin lebih logis ditempatkan pada posisi yang mudah dicapai daripada di ujung bangunan.
Diagram Zoning
Sebelum menentukan ruang satu per satu, bangunan dapat dibagi menjadi kelompok besar.
Misalnya pada rumah:
publik — keluarga — privat — servis.
Kemudian beberapa kemungkinan dapat diuji.
Apakah zona publik berada seluruhnya di depan?
Apakah zona keluarga menjadi pusat?
Apakah zona privat berada di lantai atas?
Apakah servis ditempatkan pada satu sisi?
Apakah taman menjadi pemisah antara dua zona?
Dengan diagram zoning, kita dapat menguji organisasi besar tanpa terganggu oleh detail kecil.
Ini seperti menentukan struktur cerita sebelum menulis setiap kalimatnya.
Diagram Sirkulasi
Bangunan bukan hanya kumpulan tempat.
Manusia harus bergerak di antaranya.
Karena itu, salah satu diagram paling penting adalah diagram sirkulasi.
Kita dapat menggambar:
jalur penghuni,
jalur tamu,
jalur servis,
jalur kendaraan,
bahkan jalur barang.
Kemudian kita melihat apakah jalur tersebut saling bertabrakan.
Misalnya tamu masuk melalui entrance utama dan dapat mencapai toilet tanpa melewati kamar.
Barang dari kendaraan dapat menuju dapur melalui jalur pendek.
Sampah dapat keluar tanpa melewati ruang keluarga.
Pada bangunan yang lebih kompleks, pemisahan jalur menjadi semakin penting.
Rumah sakit, hotel, restoran, bandara, dan bangunan pelayanan memiliki pola pergerakan yang jauh lebih rumit.
Diagram membantu melihat aliran sebelum melihat dinding.
Diagram Privasi
Privasi tidak selalu dapat dipahami hanya dari posisi ruang.
Ia juga berkaitan dengan urutan.
Jalan.
Halaman.
Teras.
Entrance.
Ruang penerima.
Ruang keluarga.
Kamar tidur.
Urutan tersebut dapat digambarkan sebagai perubahan tingkat privasi.
Dari luar menuju dalam.
Dari publik menuju personal.
Dari ramai menuju tenang.
Dengan diagram seperti ini, kita mulai memahami bahwa privasi dapat dibentuk melalui kedalaman ruang, bukan hanya dengan menambahkan dinding.
Diagram Matahari
Matahari merupakan salah satu kekuatan terbesar yang memengaruhi bangunan.
Sebelum menentukan banyak bukaan, arsitek perlu memahami bagaimana matahari bergerak terhadap tapak.
Diagram sederhana dapat menunjukkan arah timur dan barat serta area yang menerima paparan tertentu.
Dari sana muncul pertanyaan:
Ruang mana membutuhkan cahaya pagi?
Bagian mana harus dilindungi dari panas berlebihan?
Di mana naungan diperlukan?
Bagaimana orientasi massa memengaruhi interior?
Diagram matahari tidak langsung menghasilkan bentuk akhir.
Tetapi ia memberikan alasan bagi bentuk untuk berkembang.
Diagram Angin
Hal serupa berlaku pada udara.
Jika kondisi angin diketahui, diagram dapat membantu memikirkan bagaimana udara masuk, bergerak, dan keluar dari bangunan.
Bukaan yang saling berhubungan dapat mendukung ventilasi silang.
Courtyard dapat membantu membawa udara ke bagian dalam massa.
Susunan ruang dapat memperlancar atau justru menghalangi pergerakan udara.
Pada arsitektur tropis, pemikiran seperti ini sangat penting.
Ventilasi tidak seharusnya hanya menjadi keputusan setelah denah selesai.
Ia dapat menjadi salah satu faktor yang membentuk denah sejak awal.
Diagram View
Tidak semua sisi tapak memiliki kualitas yang sama.
Satu sisi mungkin menghadap taman.
Sisi lain menghadap jalan ramai.
Ada pemandangan menarik di kejauhan.
Ada bangunan tetangga yang sebaiknya tidak menjadi fokus.
Diagram view membantu membedakan:
apa yang ingin dilihat dan apa yang ingin dihindari.
Dari sana orientasi ruang dapat mulai ditentukan.
Ruang keluarga mungkin membuka ke taman.
Kamar membutuhkan privasi dari tetangga.
Koridor dapat diarahkan menuju titik visual tertentu.
Bukaan kemudian tidak lagi ditempatkan hanya untuk membuat fasad terlihat menarik.
Ia memiliki hubungan dengan pengalaman dari dalam.
Diagram Kebisingan
Tapak juga memiliki suara.
Jalan besar.
Area komersial.
Sekolah.
Mesin.
Tetangga.
Sebagian sisi tapak mungkin lebih bising daripada sisi lainnya.
Diagram kebisingan dapat menunjukkan sumber suara dan tingkat pengaruhnya.
Kemudian program ruang dapat merespons.
Area servis dapat menjadi buffer.
Ruang yang tidak terlalu sensitif terhadap suara ditempatkan pada sisi bising.
Kamar tidur dan ruang kerja ditempatkan pada wilayah lebih tenang.
Dengan demikian, organisasi bangunan sendiri dapat menjadi bagian dari penyelesaian akustik.
Diagram Tidak Harus Indah
Salah satu kesalahpahaman adalah menganggap diagram arsitektur harus terlihat seperti ilustrasi presentasi.
Padahal pada tahap berpikir, diagram boleh sangat sederhana.
Lingkaran.
Kotak.
Panah.
Garis.
Beberapa kata.
Coretan tangan di atas kertas dapat lebih berguna daripada diagram digital yang membutuhkan satu jam untuk dibuat.
Jika diagram terlalu lama dibuat, kita dapat menjadi enggan mengubahnya.
Padahal kekuatan utama diagram justru karena ia murah untuk dibuang dan mudah untuk dibuat ulang.
Diagram adalah alat eksplorasi, bukan benda yang harus dipertahankan.
Jangan Terlalu Cepat Menggambar dengan Presisi
Komputer mempunyai satu godaan besar:
presisi.
Kita menggambar garis dan segera diminta menentukan panjangnya.
Dinding menjadi 150 milimeter.
Pintu menjadi 900 milimeter.
Grid muncul.
Semua terlihat meyakinkan.
Masalahnya, ketepatan gambar dapat memberikan ilusi bahwa keputusan desain juga sudah tepat.
Padahal mungkin hubungan dasarnya masih salah.
Pada tahap awal, garis yang tidak presisi kadang justru lebih berguna karena pikiran tetap terbuka.
Jangan memberikan ketepatan milimeter kepada gagasan yang belum tepat secara konsep.
Diagram Membantu Membuat Alternatif
Keuntungan besar diagram adalah kecepatannya.
Misalnya kita memiliki empat zona:
publik, keluarga, privat, servis.
Dalam waktu singkat kita dapat membuat beberapa kemungkinan.
Alternatif pertama:
publik di depan, keluarga di tengah, privat di belakang.
Alternatif kedua:
courtyard menjadi pusat dan zona mengelilinginya.
Alternatif ketiga:
publik dan servis di lantai dasar, privat di lantai atas.
Alternatif keempat:
dua massa dipisahkan taman.
Belum ada yang dianggap benar.
Kemudian semuanya dibandingkan.
Diagram membuat desain menjadi proses memilih dari beberapa kemungkinan, bukan membela ide pertama yang muncul.
Overlay Beberapa Diagram
Setelah setiap persoalan dipahami secara terpisah, beberapa diagram dapat dibandingkan.
Misalnya:
diagram view menunjukkan sisi terbaik berada di utara.
Diagram kebisingan menunjukkan jalan ramai berada di selatan.
Diagram matahari menunjukkan sisi barat membutuhkan perlindungan.
Diagram adjacency menunjukkan ruang keluarga harus dekat taman.
Ketika informasi tersebut ditumpuk secara konseptual, muncul kecenderungan tertentu.
Mungkin ruang keluarga sebaiknya membuka ke utara.
Area servis dapat membantu melindungi sisi tertentu.
Massa bangunan dapat membentuk courtyard.
Bentuk mulai muncul bukan dari keinginan membuat objek yang unik, tetapi dari pertemuan beberapa alasan.
Konflik Menjadi Terlihat
Tidak semua diagram akan memberikan jawaban yang sama.
Justru sering terjadi konflik.
View terbaik mungkin berada pada sisi dengan panas paling tinggi.
Ruang yang membutuhkan privasi mungkin juga membutuhkan akses langsung.
Zona yang seharusnya dekat ternyata dipisahkan oleh kebutuhan struktur.
Di sinilah desain menjadi menarik.
Diagram tidak selalu menyelesaikan masalah.
Kadang fungsi terpentingnya adalah menunjukkan dengan jelas di mana masalah sebenarnya berada.
Setelah konflik terlihat, arsitek dapat menentukan prioritas dan mencari kompromi yang lebih cerdas.
Diagram Bukan Bukti Kebenaran
Sebuah diagram dapat terlihat sangat logis.
Panahnya rapi.
Lingkarannya seimbang.
Semua hubungan tampak sempurna.
Namun bangunan tidak dihuni sebagai diagram.
Diagram menyederhanakan kenyataan.
Karena itu, hasilnya harus terus diuji ketika berubah menjadi ruang nyata.
Apakah jaraknya masuk akal?
Apakah proporsinya nyaman?
Apakah struktur memungkinkan?
Apakah cahaya benar-benar bekerja?
Apakah pengguna memahami jalurnya?
Diagram membantu berpikir.
Ia tidak menggantikan penilaian arsitektur.
Diagram pada Bangunan Kompleks
Semakin besar proyek, semakin penting diagram.
Pada bandara, misalnya, terdapat penumpang datang, penumpang berangkat, bagasi, staf, keamanan, kendaraan, dan berbagai sistem lainnya.
Pada rumah sakit terdapat pasien, dokter, perawat, pengunjung, obat, makanan, limbah, dan keadaan darurat.
Jika seluruh persoalan tersebut langsung dilihat melalui denah detail, hubungan besarnya dapat hilang.
Diagram memungkinkan sistem yang berbeda dipelajari satu per satu.
Kemudian semuanya disatukan.
Arsitek bukan hanya menggambar ruangan.
Ia mengorganisasi sistem kehidupan yang kompleks.
Diagram sebagai Bahasa Komunikasi
Diagram juga berguna untuk menjelaskan gagasan kepada orang lain.
Klien mungkin sulit membaca denah teknis.
Namun ia dapat memahami diagram sederhana:
“Bagian depan untuk tamu.”
“Bagian tengah menjadi ruang keluarga.”
“Area kamar terlindung di belakang.”
“Taman ini membawa cahaya ke tengah rumah.”
Dengan demikian, diagram menjadi jembatan antara pemikiran arsitek dan pemahaman klien.
Satu gambar sederhana kadang menjelaskan sesuatu yang membutuhkan banyak paragraf.
Diagram Menyimpan Alasan
Ada manfaat lain yang sangat penting.
Diagram membantu merekam mengapa sebuah keputusan dibuat.
Mengapa bangunan berbentuk L?
Bukan karena bentuk L sedang populer.
Diagram mungkin menunjukkan bahwa bentuk tersebut menciptakan halaman terlindung, membuka ruang utama menuju view, dan membantu memisahkan zona publik dengan privat.
Mengapa sisi barat lebih tertutup?
Diagram matahari memberikan alasannya.
Mengapa servis ditempatkan di sisi jalan?
Diagram kebisingan dan sirkulasi menjelaskannya.
Ketika alasan dapat dilihat, desain menjadi lebih mudah dievaluasi.
Pengetahuan tidak dikumpulkan untuk berhenti sebagai teori. Ia digunakan untuk mempertajam cara membaca kehidupan, menjaga ketepatan keputusan, dan membawa kemungkinan menuju arsitektur yang dapat diwujudkan.



